PENDIDIKAN MILITER
Pendidikan Militer merupakan suatu pendidikan bagian penting bagi militer Indonesia,[1] Tahap pertama ini disebut Kawah Candradimuka, artinya, tahap penggodokan untuk masa peralihan dari sikap seorang sipil diubah menjadi sejatinya seorang militer. Pendidikan Militer digolongkan menjadi 2 yaitu:
- Pendidikan Dasar Militer (Kawah Candradimuka)
- Pendidikan Dasar Golongan
Tujuan[sunting | sunting sumber]
Pendidikan dasar keprajuritan merupakan dasar pendidikan untuk membentuk pola pikir, sikap, dan pola tindak sebgai seorang prajurit matra laut. Pendidikan militer sarat dengan tempaan fisik yang keras dan berdisiplin tinggi, namum pembinaan fisik tidak identik dengan kekerasan. Pendidikan di militer adalah penggemblengan fisik yang terukur, bertahap, dan berlanjut, jelasnya lagi. Tujuan dari penggemblengan fisik dalam pendidikan militer, lanjutnya, bertujuan untuk menciptakan sikap mental seorang prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas. Tanggap berarti harus mampu tampil dan mahir pada tugasnya yang diimbangi dengan kemampuan dan intelegensi yang memadai. Tanggon berarti bermental dan bermoral tinggi serta ditugaskan di berbagai medan baik di laut maupun di pendirat. Sedangkan trengginas, berarti memiliki jasmani dan rohani yang prima sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan tangkas.[2]
Di Pendidikan Militer kamu akan ditempa menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI), baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Pendidikan Militer memiliki beberapa jalur. Jalur pertama adalah Sekolah Calon Tamtama (Secata) dengan lama pendidikan militer dasar empat bulan, dilanjutkan dengan tiga bulan pendidikan kecabangan (Infanteri, Kavaleri, Penerbang, Pelaut, dll). Lulus dari Secapa akan memeroleh pangkat Prajurit Dua (TNI AD dan TNI AU) atau Kelasi Dua (TNI AL). Jalur kedua adalah Sekolah Calon Bintara (Secaba) dengan lama pendidikan lima bulan. Pangkat yang akan disandang setelah lulus dari Secaba adalah Sersan Dua. Jalur ketiga adalah Perwira melalui Akademi Militer (Akmil). Lama pendidikan di Akmil adalah empat tahun. Lulusan Akmil akan memeroleh gelar S.ST.Han dan langsung menyandang pangkat Letnan Dua (Letda). Golongan Tamtama yang ingin naik pangkat menjadi Bintara dapat melanjutkan pendidikan ke Secaba Reguler, sedangkan golongan Bintara yang ingin naik pangkat menjadi Perwira dapat melanjutkan pendidikan pula ke Sekolah Calon Perwira (Secapa). Lulusan S1 dari perguruan tinggi pun dapat mengikuti pendidikan Perwira Prajurit Karier (PaPK) dengan lama pendidikan tujuh bulan untuk dapat menyandang pangkat Letda.
Referensi[sunting | sunting sumber]
- ^ "Mayor Inf Agus Yudhoyono bangga ikut pendidikan militer di AS" website merdeka.com
- ^ "1.000 Orang Calon Tamtama Digembleng di Kodikal" website pelita.or.id
Komentar
Posting Komentar